Feeds:
Posts
Comments

I was wondering
what kind of life i’ve been living these days

Life..
but not that lively

Die….

but it wasn’t yet

so
what the hell is this ?

i tried to figure it out but i got nothing

do i really have to reset ?

do i have that power within my self ?

do i have a courage to.do that ?

please help me …Dear God

im so tired

My Everyday Prayer

My Everyday Prayer

Ya ALLAH , Hamba memohon kepadaMu untuk menghijrahkan hamba ke tempat dimana hamba bisa berbuat baik sesuai perintahMu, diterima dengan baik karena mereka tahu AjaranMu, dan dikenang dengan baik jika satu hari hamba pergi menujuMu.

Aaamin.

Ya Allah, hamba ikhlas dinilai jelek orang lain, padahal disaat yg sama hamba sedang menaati perintahMu.

Hamba ridho digunjing orang lain, sedang disaat yang sama hamba sedang mempertahankan kebenaran sesuai petunjukMu.

Hanya, batas kekuatan dan kesabaran telah terdefinitif…bukan infinitif ya Rabb..hamba sungguh membutuhkan pertolongan besarMu.

Ya Malik
Ya Jabbar
Ya Rabbal Alamin

Puncak Trouble TWO

Siapa saja yang pernah merasakan “momong” anak pasti pernah menjalani masa masa tersulit dalam fase perkembangan. Iya , masa masa anak paling emosian, “nakal”, temperamen tinggi, tangisan frekuensi tinggi,over invasif alias suka menyerang , memukul, menjambak, menjiwit, bahkan sebagian ada yang meludah ( omai, saya mengalami semua itu dari 7 anak lebih yang sempat saya emong semasa kecil). Rata rata memang terjadi pada usia tiga tahun, usia ketika mulai memahami perintah tapi punya rasa self defense yang ultra tinggi , jadi membuat semacam psychological war antara anak dan orangtua, mana yang lebih kuat bertahan.

Dan masa itulah yang sedang dialami apang sekarang. Bedanya mungkin di segi intensitas. Karena ini anak pertama yang benar2 24 jam ada di rumah, jadi berasa benar2 menguji emosi para pengasuhnya. Hanya bisa berdoa semoga bisa melewati masa ini dengan sukses, bisa menang perang tanpa kekerasan, cukup dengan ketegasan dan mulai disiplin (walau salah sebenarnya kalo dr saya saja tanpa didukung orangtuanya atau kakek neneknya yg tiap hari berinteraksi denganya), dan hasilnya apang jadi yg baik, yang mengerti, yang berakhlak mulia, dan tidak menyusahkan orangtua.

Dear diablog,

Lagi-lagi tahun ini aku kehilangan teman yang melangkah nyata  merajut keluarga impian

Demi Allah,

Aku ikut senang

Aku turut bahagia

Aku sangat lega

Ketika hari itu datang juga

Seperti rasa melepas sejuta beban, iri,kesedihan dalam dada

 

Memang kuakui,

pada awalnya aku sempat mengalami mental breakdown ketika mereka berdua bilang sudah fix dengan laki-laki pilihan masing-masing

Egoku berkata,

Ya Rabb, hamba belum rela kehilangan teman terbaik hamba sekali lagi

Ya Rabb, bagaimana hamba harus menjalani ramadhan tahun ini , itikaf sendiri, sedang hamba sangat tertutup untuk berteman dengan orang lain

kehilangan teman dalam iman, partner dolan, shopping buddy, ..

Hamba yang tak pandai bersosialisasi ini hanya memiliki segelintir teman , tak banyak dalam hitungan, namun alhamdulillah setia dalam belas tahunan

 

Walau jauh dalam lubuk hati,

Aku yakin, Allah akan memberiku ganti,

Partner , teman, sahabat,

Yang jauh lebih baik lagi,

Iya,

Hanya perlu sedikit menanti,

Sekali lagi

i20130727_212132_2

 

 

 

 

 

 

Hello,

Can you hear me?

I want to tell you that I’m sorry

For everything that I’ve done

For making you have to wait a little longer

Hello, from the inside

I just want to tell you that everything will be alright

Just Hang on a little longer

Every path you’ve been taking will open up a perfect door of happines

Just need to wait a little longer

 

 

Jpeg

Jpeg

Untukku

Usahlah , Biar Allah sebaik sebaik pengatur yang menata segala urusan hidup

Sudahlah, biar yang saat ini dijalani menjadi hikmah tak terganti yang tak kan disesali

Usahlah, meski badai masalah silih berganti ,insya allah segera ada pelangi yang datang bersama mentari yang menyejukkan hati

Usahlah, sudahi semua derai tangis dan jeritan  jiwa

Buang semua luka dan perih dalam dada

Engkau tercipta bukan ‘tuk bersedih semata

Engkau tercipta saat Tuhan Bahagia

dan kaupun berhak bahagia

Apakah salah bila seorang laki laki yg shalih mensyaratkan kecantikan dalan memilih istri ?

Kalau saya bilang , tidak.

Hari ini saya kebetulan nyasar dipostingan temanya teman tentang kritikan terhadap ikhwan/laki2 yg memilih istri dari kecantikannya. Dari sudut pandang penulis, lebih menyarankan untuk melihat agama dulu dibandingkan cantiknya. salahkah ? tidaklah…ya pasti benar, tapi kemudian apakah salah juga jika mencari yg cantik ?? ya syukur2 dapat yang cantik sekaligus agama dan akhlak baik,tapi kan ya gag semua orang beruntung seperti itu.

Menurut saya sebagai perempuan single yang gag cantik2 amat, apakah saya (mewakili yg tidak cantik) merasa sebel dengan sikap lelaki demikian ?

Tidak…

Saya paham, benar2 paham kalau laki2 adalah makhluk visual yang salah satu bahagianya diperoleh dari memandang yg indah, apalagi halal, seperti istri yg cantik. Walau tetap kurang bijak jika hanya mensyaratkan pernikahan hanya karena tertarik fisik saja.
Jadi kalau ada seseorang yg belum nikah trus dihakimi jangan cari yg cantik, ya gak bener juga, karena belum nikahnya seseorang itu pasti disebabkan belum menemukan secara utuh apa yg dicari , diinginkan, dan yang “perfectly” sreg di hati.Dan memang visual itu faktor , meski tidak dominan.